BAB III Individu, Keluarga, dan
Masyarakat
Mulai dari
yang tidak terbagi yaitu individu , individu satu dan individu lainnya dapat
memiliki ikatan entah itu ikatan darah dan ikatan itu menghasilkan keluarga dan
dari kumpulan keluarga menghasilkan suatu masyarakat yang hidup bersama saling
berinteraksi dan bersosialisasi.Iindividu, keluarga , dan masyarakat merupakan
3 hal yang sulit dipisahkan karena ketiganya memiliki hubungan yang tidak
terpisahkan.
3.1 Pertumbuhan Individu
Pengertian
Individu
"Individu" berasal dari kata latin ‘individuum’
artinya "yang tak terbagi". Individu berarti manusia sebagai satu
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.Individu merupakan
unit terkecil pembentuk masyarakat.Dalam ilmu sosial, individu berarti juga
bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi
bagian yang lebih kecil.Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu,
dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah
tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada
dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling
bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan
memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
Makna
individu adalah seorang manusia yang memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya, serta mempunyai kepribadian dan pola tingkah laku spesifik. Manusia
sebagai individu yang berdiri sendiri dalam beberapa hal mempunyai kesamaan dan
perbedaan sehingga timbul deferensiasi yang disebabkan oleh pembawaan (watak
dan sifat) tertentu serta pengaruh lingkungan.
Walaupun
terdapatnya perbedaan pendapat di antara para ahli, namun diakui bahwa
pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan
lebih dewasa. Perubahan ini lazimnya disebut dengan istilah proses. Untuk
selanjutnya timbul bebeberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari beberapa
aliran yaitu aosiasi, aliran psichologi Gestalt dan aliran Sosiologi.
Menurut
para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada
dasarnya adalah proses asosiasi. Pada Proses asosiasi yang primer adalah
bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedang keseluruhan ada pada kemudian.
Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
a. Pertumbuhan
Nativistik, pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang
dibawa sejak lahir.
b. Pendirian
empiristik dan environmentalistik, pertumbuhan individu semata-mata tergantung
pada lingkungan dan konsekuensinya.
c. Konvergensi
da interaksionisme, yaitu pertumbuhan individu ditentukan oleh interaksi antara
dasar (bakat) dan lingkungan.
Tahap
pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
a. Masa
vital (umur 0-2th)
Pada
masa ini ndividu menggunakan fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam
dunianya. Menurut Freud tahun pertama dalam kehidupan individu adalah sebagai
masa oral, karena pada waktu itu mulut adalah alat utama untuk melakukan
eksplorasi dan belajar.
b. Masa
Estetik (umur 2-7th)
Pada
masa ini pertumbuhan yang terutama adalah fungsi panca indra. Tahap
ketika anak menemukan dirinya sebagai subyek, dan sebagai subyek dia mempunyai
kebebasan menghendaki dan menolak sesuatu.
c. Masa
intelektual (umur 7-13/14th)
Masa
ini disebut juga masa keserasian sekolah. Pada masa ini proses sosialisasi anak
telah berlangsung dengan lebih efektif sehingga menjaadi matang untuk dididik.
d. Masa
remaja (umur13/14 - 20/21th)
Masa
pra remaja : masa ini ditandai dengan sifat-sifat negatif baik dalam
berprestasi jasmani maupun mental. Negatif dalam sifat sosial baik dalam bentuk
pasif maupun bentuk agresif terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan karena
mulai bekerjanya kelenjar kelamin yang membawa perubahan cepat pada remaja dan
seringkali tidak mereka pahami
Masa
remaja : masa dimana remaja mempunyai dorongan untuk mencari pedoman hidup,
yaitu sesuatu yang dapat dipandang bernilai dan pantas dijunjung tinggi dan
dipuja-puja.
e. Masa
usia mahasiswa
Masa
ini merupakan tahap pemantaban pendirian hidup, yaitu pengujian lebih lanjut
pendirian hidup serta penyiapan diri dengan ketrampilan dan kemampuan yang
digunakan untuk merealisasikan pendirian hidup yang telah dipilih.
3.2
Fungsi Keluarga
Fungsi
keluarga adalah suatu pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh
keluarga itu.
Macam-macam
fungsi keluarga :
a.
Fungsi biologis, keluarga dapat menyelenggarakan persiapan perkawinan bagi
anak-anaknya berupa: pengetahuan kehidupan sex suami-istri, pengetahuan
mengatur rumah tangga bagi istri, pengetahuan tugas suami, memelihara
pendidikan baagi anak-anak.
b.
Fungsi pemeliharaan, keluarga dapat memberikan perlindungan seperti :
menyediakan rumah sebagai tempat berlindung, memelihara kesehatan, memberikan
pengamanan dari bahaya.
c
.Fungsi ekonomi, keluarga memberikan kebutuhan pokok seperti : sandang pangan
dan tempat tinggal
d.
Fungsi keagamaan, keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mengamalkan
ajaran-ajaran agama sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan YME.
e.
Fungsi sosial, keluarga berperan untuk memperkenalkan nilai-nilai dan sikap
yang dianut oleh masyarakat pada anak-anaknya seperti mempelajari peranan yang
diharapkan akan mereka jalankan kelak. Dalam fungsi ini keluarga diharapkan
menjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan seperti sopan santun
bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan.
3.3
Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Individu
"Individu" berasal dari kata latin "individuum"
arttinya "yang tak terbagi". Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat
dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam
ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanyayang
majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu sosial,
individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang
istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak
dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia
perorangan". Sifat dan fungsi orang-orang di sekitar kita adalah
makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri dalam berbagai hal bersama-sama satu
sama lain, tetapi dalam banyak hal banyak pula perbedaannya. Sejenis tapi tak
sama, makin tua semakin maju dan semakin banyak pula perbedaannya. Pada setiap
anggota suatu bangsa yang bermacam-macam tingkat peradabannya, terjadi
diferensiasi dengan corak sifat dan tabiat beraneka ragam.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa individu adalah
seorang manusia yang tidak hanya memiliki oeranan khas didalam lingkungan
sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku
spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia
dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaaan Tuhan yang mempunyai
tiga aspek yang melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek
psikis rohaniah, dan aspek sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling
mempengaruhi, kegoncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek
lainnya.
Keluarga
Keluarga adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang
merupakan suatu komponen kecil dalam masyarakat. Dalam perkembangan individu,
keluarga disebut sebagai primary group.
Masyarakat
Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat (Society) adalah wadah
segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva
serta kelompok dan tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau
sub kelompok. Kemudian pendapat dari Prof.M.M. Djojodiguno tentang masyarakat
adalah segala perkembangan dalam hidup bersama antar manusia dengan manusia.
Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan
atau kumpulan manusia yang hidup bersama.
Jelasnya masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah
memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.
Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang
menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat
membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
Dalam lingkungan itu, antara sesama kaum laki-laki dan kaum perempuan larut
dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia,
yang disebut masyarakat.
3.4
Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk
yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan
raganya. Para ahli psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan
suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai
kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa
raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas
dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain. Contoh
: Manusia sebagai makhluk hidup individu mengalami kegembiraan atau kecewa akan
terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan, kemauan,
dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan merasakan
suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis dalam
individunya. Suatu keindahan ia kagumi dan ia nikmati melalui indera mata dan
indera perasaan yang berbaut menjadi satu kesatuan.
Di
dalam hubungan antar manusia dengan manusia lain, yang penting ialah reaksi
sebagai akibat dari hubungan tadi. Reaksi ini menyebabkan hubungan antar
manusia bertambah luas. Misalnya seseorang yang menyanyi ia memerlukan reaksi
berupa pujian atau celaan guna mendorong tindakan selanjutnya. Di dalam
memberikan reaksi tersebut ada kecendurangan untuk menserasikan dengan tindakan
orang lain. Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 dasar keinginan,
yaitu :
-
Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya.
-
Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.
3.5
Urbanisasi
Urbanisasi
adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup
serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa
dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda
dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase
penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke
kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri
dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi
penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk
tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan
penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk
mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang
biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi
media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh
tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor
pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik
perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian
contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan
urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
Faktor
Penarik
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
Faktor
Pendorong
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Keuntungan
Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
Akibat
Urbanisasi
1. Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal
Soal – soal BAB 3
1)
"Individu" berasal dari
kata latin ‘individuum’ artinya
a. Jamak
c.yang tak terbagi*
b. Spesial
e.Sempurna
2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan,kecuali..
a. Pertumbuhan
Nativistik
b. Pendirian
empiristik dan environmentalistik
c. Konvergensi
da interaksionisme
d.Pendirian simpati & empati *
3) perpindahan penduduk dari desa ke
kota, merupakan pengertian dari..
a.Imigrasi
c.Urbanisasi*
b.Transmigrasi
d. transportasi
4)Yang merupakan keuntungan dari
urbanisasi..
a. Semua salah*
b.Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
c. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
d. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
5) Bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.Merupakan pendapat dari
c. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
d. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
5) Bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.Merupakan pendapat dari
a.
Hasan
Sadily*
c.James Cobalt
b.
Iriana
Sitombing
d.Shakira Agustiawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar