Pergeseran Kebudayaan
Indonesia
Kehidupan begitu dinamis, berbagai
hal berubah – ubah seiring berjalannya waktu dari masa kemasa. Kehidupan yang
dinamis berdampak kepada banyak aspek kehidupan, seperti perubahan dan
pergeseran dalam pola pikir, fashion,
hingga perubahan dan pergeseran terhadap kebudayaan. Sebelum jauh berbicara
mengenai pergeseran kebudayaan di Indonesia, mari kita pahami bersama terlebih
dahulu pengertian dari budaya itu sendiri. Para ahli memiliki pendapat masing –
masing terhadap definisi dari budaya. Namun bila diperhatikan pendapat mereka
memiliki kesamaan inti yaitu sebuah pemikiran, adat istiadat atau akal budi.
Secara tata bahasa, arti dari kebudayaan diturunkan dari kata budaya dimana
cenderung menunjuk kepada cara pikir manusia.
Indonesia dikenal memiliki banyak
kebudayaan, ini merupakan hal yang wajar mengingat negara kira ini cukup luas
dan berbentuk kepulauan, tentu kehidupan masyarakat di Sabang dan di Marauke
berbeda. Berlimpahnya kebudayaan yang negeri ini miliki sebetulnya merupakan
hal yang perlu disyukuri karena kebudayaan merupakan aset dari suatu negara.
Dan hebatnya Indonesia dapat bersatu meski banyak perbedaan “ Bhinneka Tunggal
Ika”.
Berbagai faktor yang mendorong pergeseran
kebudayaan
Pergeseran kebudayaan merupakan sebuah reaksi yang tentunya disebabkan
oleh suatu aksi. Aksi ini lah yang merupakan pendorong terjadinya pergeseran
kebudayaan. Bila diperhatikan dengan teliti faktor – faktor yang mendorong
pergeseran kebudayaan dapat kita bagi menjadi 2 jenis, yaitu faktor internal
atau faktor dari dalam dan faktor eksternal yang merupakan pengaruh dari luar.
Untuk faktor-faktor internal yang menyebabkan pergeseran kebudayaan
misalnya kurangnya rasa memiliki terhadap kebudayaan dikalangan generasi muda.
Generasi muda cendrung menganggap kuno kebudayaan yang diturunkan oleh leluhur
kita, misalnya dibanding belajar angklung banyak dari kita lebih memilih
bermain piano dan biola yang nampak modern. Memang tidak ada salahnya jika kita
menekuni hobby bermain piano ataupun biola tersebut, apalagi bisa tampil di
panggung megah disaksikan oleh jutaan mata yang tentunya mengharumkan nama
bangsa, namun jangan dilupakan alat musik tradisional warisan leluhur.
Untuk faktor – faktor eksternal tentu kita dapat dengan mudah
apa saja yang termasuk kedalam faktor eksternal pergeseran budaya. Yang paling
berdampak besar adalah gempuran budaya asing. Apakah gempuran dari Barat?
Sepertinya tidak hanya dari barat tetapi negara - negara yang berada di kawasan
Timur juga turut berpartisipasi dalam
pergeseran budaya bangsa ini. Kita bisa lihat di televisi tanah air banyak
menyajikan tayangan yang berasal dari negeri tetangga. Secara tidak langsung
dan secara perlahan dengan tayangan luar yang sedikit demi sedikit menyisipkan
kebudayaan mereka agar dapat diterima. Tidak salah kita memperkaya ilmu
pengetahuan tentang kebudayaan luar, namun sepatutnya kita memberikan fokus dan
perhatian lebih kepada kebudayaan bangsa Indonesia.
Solusi untuk mengatasi pergeseran
kebudayaan
Pergeseran kebudayaan memang sulit untuk dihindari, dan
sepertinya tidak baik kalau kita cegah. Jadi kita sebagai anak – anak bangsa harus
dapat dengan teliti menyaring atau memilah – milah mana yang baik dan yang buruk.
Jangan sampai kita terjebak dikehidupan yang hedonisme, dan mari pertahankan
nilai – nilai luhur yang telah diturunkan oleh leluhur agar dapat mencetak
generasi penerus bangsa yang berkarakter baik dan dapat memajukan bangsa ini.